Minggu, 17 April 2011

Gaza in War

sumber : youtube.com

DISCOURS DU PREMIER MINISTRE TURC ERDOGAN ! ISRAEL TSAHAL GAZA


sumber : youtube.com

pembunuhan massal oleh yahudi israel

Jin, Dajjal, dan segitiga Bermuda

Assalamu’alaikum……….
Berdasarkan catatan sejarah, berbagai informasi dan pengakuan dari para pelaku, memang benar secara fakta telah terjadi berapa peristiwa tragis di seputar kawasan Segitiga Bermuda, Samudra Atlantik. Juga banyak pengakuan dari pelaku yang menyatakan melihat benda terbang aneh berbentuk seperti piring (flying saucer) yang sampai saat ini populer disebut UFO (unidentified flying object). Penyebutan ini, secara tidak langsung merupakan pengakuan betapa sedikitnya ilmu manusia. Memang sampai saat ini obyek terbang tersebut belum bisa diidentifikasi atau bahkan sampai hari akhir kelak tidak akan benar-benar teridentifikasi, Allahu a’lam.
Berbagai argument, dugaan, penafsiran dan tanggapan terhadap peristiwa misterius tersebut masih terus santer disuarakan baik oleh para ilmuwan, pemuka agama bahkan orang awam ikut berkomentar. Ada yang mendasarkan argumen bahwa penyebab peristiwa misterius tersebut adalah murni gejala alam yang tidak ada kaitannya dengan “alam ghoib”. Ada juga yang mengatakan bahwa semua peristiwa tersebut ada kaitannya dengan aktivitas makhluk ghoib seperti adanya kerajaan setan, jin penguasa laut, aliens, misteri naga laut, makhluk laut Sargasso dan lain sebagainya.
Lalu bagaimana kita sebagai seorang muslim menyikapinya?
Pertama kita harus mengembalikan segala urusan hanya kepada Allah, bahwa segala sesuatu yang terjadi atau yang menimpa seorang hamba hanya atas izin dan kehendak Allah semata (QS At-Taghobun: 11).
Kedua, Allah swt., telah memberikan ijin kepada salah satu makhluknya, yaitu bangsa jin melakukan aktifitas untuk menakuti dan menggoda manusia.
Ketiga, peristiwa misterius tersebut adalah salah satu bentuk keghoiban bagi manusia, entah itu ghoib mutlak maupun ghoib relatif. Ghoib mutlak adalah segala keghoiban yang telah Allah kabarkan kepada manusia melalui kalamNYA, seperti Dzat Allah, Malaikat, Jin, Surga, Neraka dsb. Sedangkan ghoib relatif adalah segala bentuk keghoiban yang sebenarnya ilmiah hanya saja tidak bisa diketahui manusia karena keterbatasan ilmu dan kemampuannya. Menyikapi peristiwa ghoib tersebut, kita akui bahwa sedikit sekali ilmu kita tentang itu. Allah berfirman Tidaklah Aku berikan ilmu kepada kalian kecuali hanya sedikit sekali (Al-Israa:85).
Sekilas tentang Setan, Dajjal dan Ya’juj-Ma’juj
Mari sejenak kita cari informasi tentang misteri tersebut pada sumber informasi terpercaya milik kita, Al-Qur’an dan hadits. Al-Qur’an telah mengabarkan kepada kita tentang banyak keghoiban yang mesti kita imani secara absurd. Salah satunya tentang adanya jin, bala tentara, kerajaan, dan tabiatnya. Bangsa jin mempunyai alam sendiri yang tidak pernah bisa kita lihat, tetapi meraka bisa melihat kita. Bangsa jin diberi kekuatan yang melebihi kekuatan manusia. Bangsa jin memiliki kecepatan lari melebihi kecepatan cahaya, sehingga mereka sering pergi ke langit untuk mencuri-curi informasi dari karajaan langit. Mereka juga diberi kemampuan berubah-ubah bentuk, mereka mampu memperlihatkan diri pada manusia dalam sosok yang berbeda-beda tergantung seleranya. Rasulullah bersabda, Jin itu terdiri dari tiga golongan, pertama golongan jin yang suka terbang di udara, kedua golongan jin yang berbentuk ular dan anjing dan ketiga golongan jin yang selalu berpindah pindah. (HR Thabrani, Hakim dan Baihaqi)
Bangsa jin adalah makhluk Allah yang juga mengemban syari’at ketuhanan. Mereka juga layaknya manusia yang mempunyai kewajiban-kewajiban syari’at yang harus dilaksanakan dan kelak juga meraka akan dimintai pertanggungjawaban terhadap apa yang telah mereka lakukan. Bangsa jin ada yang beriman, ada yang fasik, munafiq juga ada yang kafir. Menurut pendapat yang masyhur, iblis dan setan adalah salah satu dari bangsa jin yang senantiasa menggoda manusia. Demikian halnya dajjal juga merupakan manifestasi dari sifat setan atau iblis yang kelak di akhir zaman akan ditampakkan oleh Allah dalam bentuk fisik. Dajjal disebutkan berulang-ulang dalam Hadits, sedangkan Ya’juj wa-Ma’juj bukan saja disebutkan dalam Hadits, melainkan pula dalam Al-Qur’an. Dan kemunculannya yang kedua kalinya ini dihubungkan dengan turunnya Al-Masih. Kata Dajjal berasal dari kata dajala, artinya, menutupi (sesuatu). Kamus Lisanul-’Arab mengemukakan beberapa pendapat mengapa disebut Dajjal. Menurut suatu pendapat, ia disebut Dajjal karena ia adalah pembohong yang menutupi kebenaran dengan kepalsuan. Pendapat lainnya mengatakan, karena ia menutupi bumi dengan bilangannya yang besar. Pendapat ketiga mengatakan, karena ia menutupi manusia dengan kekafiran. Keempat, karena ia tersebar dan menutupi seluruh muka bumi. Pendapat lain mengatakan, bahwa Dajjal itu bangsa yang menyebarkan barang dagangannya ke seluruh dunia, artinya, menutupi dunia dengan barang dagangannya. Ada juga pendapat yang mengatakan, bahwa ia dijuluki Dajjal karena mengatakan hal-hal yang bertentangan dengan hatinya, artinya, ia menutupi maksud yang sebenarnya dengan kata-kata palsu.Kata Ya’juj dan Ma juj berasal dari kata ajja atau ajij dalam wazan Yaf’ul; kata ajij artinya nyala api. Tetapi kata ajja berarti pula asra’a, maknanya berjalan cepat. Itulah makna yang tertera dalam kamus Lisanul-’Arab. Ya’juj wa-Ma’juj dapat pula diibaratkan sebagai api menyala dan air bergelombang, karena hebatnya gerakan.
Dalam surat Al-Kahfi, segera setelah menerangkan pertempuran satu sama lain antara Ya’juj wa-Ma’juj pada ayat 99, ayat 102 menerangkan persoalan Dajjal. “Apakah orang-orang kafir mengira bahwa mereka dapat mengambil hamba-hamba-Ku sebagai pelindung di luar Aku?”. Ini menunjukkan bahwa Al-Qur’an mempersamakan Dajjal dengan Ya’juj wa-Ma’juj. Mereka diberi nama yang berlainan karena mempunyai dua fungsi yang berlainan.
Adakah kaitan antara Segitiga Bermuda dengan Kerajaan Setan dan munculnya Dajjal?
Mungkin saja hal itu bisa terjadi karena telah kita pahami bahwa setan mempunyai kekuatan melebihi kekuatan manusia. Mereka juga bisa bergerak secepat cahaya. Sangat masuk akal jika mereka mempunyai kerajaan sebagai tempat persinggahan di manapun mereka kehendaki. Mungkin saja mereka memilih kawasan segitiga Bermuda sebagai tempat karena kita tahu bahwa di kawasan tersebut terdapat pertemuan antara dua arus, yaitu arus panas dari Afrika dan arus dingin dari Amerika Utara akibat intensitas penyinaran matahari yang berbeda. Dan tempat seperti inilah yang paling disukai oleh setan. Peristiwa-peristiwa misterius di kawasan tersebut mungkin disebabkan karena adanya pusaran air yang dahsyat di pertemuan dua arus tersebut, juga karena kerajaan setan yang mungkin tersembungi di situ. Allahu A’lamKemungkinan tersebut didukung oleh tulisan seorang ulama mesir bernama Syaikh Muhamad isa Daud pada buku berjudul “Dajjal akan muncul dari Kerajaan Jin di Segitiga Bermuda”. Di dalam sinopsin buku tersebut dibahas bahwa kelak menjelang hari akhir Dajjal akan muncul dari kawasan Segitiga Bermuda. (maap saya juga belum baca)
Jika ada pertanyaan, memang jin bisa membunuh atau merusak? Jawabnya bisa, sebagaimana kasus yang pernah menimpa Nabi Ayyub a.s, di mana semua ternak dan kebunnya dimusnahkan oleh jin, tidak hanya itu bahkan semua anaknya mati olehnya dan nabi ayyub sendiri menderita penyakit kulit akibat ulah jin tersebut. Tapi perlu dicacat, semua itu hanyalah atas ijin Allah SWT. Jika Allah tidak menghendaki, niscaya sampai kapanpun jin tidak bisa berbuat apa-apa. Lalu apa motivasi jin berbuat semua itu? Ada banyak motivasi, boleh jadi hanya iseng, ingin menghebohkan dunia, ingin menakuti manusia, menguji manusia, juga ingin menjerumuskan manusia.
Kaitan antara UFO dengan Jin/Setan
Rasulullah menjelaskan bahwa ada golongan jin yang suka terbng di udara. Mereka bisa terbang dengan kecepatan yang cukup tinggi, melebihi kecepatan cahaya. Dalam al-Qur’an Surat Al Jinn, disebutkan bahwa jin suka terbang ke langit untuk mencuri informasi rahasia dari kerajaan langit, tetapi kebanyakan dari mereka tidak bisa mendapatkan informasi tersebut karena selalu dilempari panah-panah api. Dan sesungguhnya kami telah mencoba mengetahui (rahasia) langit, maka kami mendapatinya penuh dengan penjagaan yang kuat dan panah-panah api, (QS Jin: 8).
Dengan informasi tersebut kita bisa mengatakan kemungkinan besar misteri UFO yang selama ini populer adalah aktifitas jin, karena jin memang bisa berubah-ubah bentuk sesuai keinginan mereka. Apabila kondisi zaman semakin maju yang didukung oleh kecanggihan teknologi, maka jin/setan pun akan mengikuti tren kemajuan tersebut, sehingga mereka boleh jadi juga akan merubah bentuk mereka menjadi objek teknologi tinggi sperti piring terbang tersebut .
di akhir jaman, dajjal bakal perang lho sama imam mahdi(nabi isa as)
di keningnya dajjal tu ada tulisan KAFIR..

sumber : http://krmalfikr.wordpress.com/2010/08/08/jin-dajjal-dan-segitiga-bermuda/

Sejarah Perjuangan Palestina

Sejarah intifadhah
Tanggal 9 Desember 1987 menjadi hari yang tak terlupakan di bumi Palestina. Hari itu, meletuslah sebuah perang perlawanan terhadap Zionis Israel. Semua yang ada di Palestina merapatkan barisan, menjadi satu shaff, tua muda, laki-laki dan sebagian perempuan. Media menyebut waktu itu sebagai “Pertempuran terdahsyat sejak proklamasi negara Zionis Israel tahun 1948.”
Intifadhah sendiri dalam bahasa Arab berarti “bangun mendadak dari tidur atau dari keadaan tak sadar”. Hebatnya, pada Intifadhah yang pertama kali meletus, Palestina berperang tanpa persenjataan dan tanpa dibantu negara-negara Arab tetangganya.
Satu-satunya senjata yang kemudian menjadi legenda dan terkenal bahkan sampai kini, juga dijadikan sebagai salah satu ikon perlawanan Palestina terhadap penjajah Yahudi, adalah batu. Tidak heran jika anak-anak Palestina kemudian selama bertahun-tahun sampai kini dikenal dengan sebutan “Children of Stone” atau anak-anak batu.
Sehari sebelum meletus Intifadhah pertama, sebuah truk militer Israel masuk ke wilayah pengungsi Palestina di Jabalya, di Gaza. Seperti layaknya semua hal yang berbau Israel, truk ini masuk tanpa tujuan yang jelas, kecuali menyerang orang Palestina. Empat orang terbunuh. Bersamaan dengan itu, Yahudi pun bersikeras merebut Masjidil Aqsa atau Yerusalem Timur.
Karena kebiadaban Israel yang sudah mengakumulasi, semua orang Palestina berdiri saat itu. Ada momen yang membuat mereka harus segera menyelesaikan urusannya dengan Israel yang tak punya rasa kemanusiaan. Pada 9 Desember, pagi yang sepi dan dingin, kemudian berubah menjadi teriakan takbir di seantero Palestina.
Di Gaza, Israel memperparah keadaan, karena di tanggal 18 Desember, serdadu-serdadunya membunuh 2 orang dan melukai 20 orang Muslim yang baru selesai shalat Jumat. Para serdadu itu kemudian melanjutkan keganasannya dengan menyerbu Rumah Sakit Syifa, memukuli para doktor dan perawat dan menyeret orang-orang Palestina yang dirawat karena terluka dalam insiden shalat Jumat. Beberapa stasiun televisi menyiarkan gambar tetnara Israel bersenjata berat memukuli dan membunuhi warga Palestina. Dunia internasional mengecam tindakan kejam Israel, namun tidak ada yang berbuat kongkret dalam menyikapi negara Zionis itu.
19 Januari 1988 Menhan Rabin mengumumkan kebijakan baru yang dinamai “Tulang-tulang Patah”. Yitzhak Shamir, perdana menteri Israel waktu itu, menyatakan, “Tugas kita sekarang adalah untuk membangun lagi dinding ketakutan antara orang-orang Palestina dan militer Israel.”
Dalam waktu tiga hari sesudah pengumuman itu, 197 warga Palestina dirawat di beberapa rumah sakit karena mengalami patah tulang yang parah. Kelompok-kelompok HAM Palestina melaporkan, sejak dimulainya Intifadhah sampai akhir tahun 1993, para serdadu Israel dan pemukim Yahudi telah membunuh rakyat Palestina sebanyak 1.283 orang. Diperkirakan 130.472 mengalami luka-luka, 481 orang diusir, 22.088 dipenjara tanpa pengadilan, 2.533 rumah dihancurkan atau diambil alih, serta 184,257 batang pohon di kebun-kebun rakyat Palestina ditebang oleh serdadu Israel.
Intifadhah Pertama dianggap selesai pada 13 September 1993, ketika Perjanjian Oslo ditandantangani dalam sebuah upacara meriah di pekarangan selatan Gedung Putih. PM Israel Yitzhak Rabin dan Ketua PLO (Palestine Liberation Organisation) Yasser Arafat bersalaman disaksikan Presiden AS Bill Clinton.
Belum genap tiga tahun, Perjanjian itu sudah dianggap mati, ditandai kebijakan agresif perdana menteri Israel yang waktu itu terpilih, Benyamin Netanyahu. Ketika Perdana Menteri Ariel Sharon, menginjakkan kaki ke Masjidil Aqsa tahun 2000, dunia menyaksikan Intifadhah Kedua meletus.
Bukan Hanya Persoalan Palestina
Sesungguhnya, apa yang terjadi di Palestina sekarang bukan hanya persoalan bangsa Palestina belaka. Jika berhubungan dengan Islam, maka jelas umat sudah seharusnya memperhatikan apa yang ada di sana. Al-Quds adalah rumah bagi Masjid Al-Aqsa, kiblat pertama kaum Muslimin dan bangunan paling suci ketiga setelah Ka’bah di Makkah dan Mesjid Nabi Muhammad di Madinah, Arab Saudi. Maknanya telah diperkuat oleh kejadian Al Isra’a dan Al Mi’raj.
Jika lebih luas lagi, jika menyangkut isyu HAM, maka dunia internasional sudah seharusnya melihat dengan mata bersih: bahwa penjajahan di atas dunia ini masih berlaku, yaitu Israel terhadap Palestina. Bukti apa lagi yang kurang? Sekarang, Palestina hanya tinggal mempunyai semangat dan batu untuk melawan Israel.
Lantas, sekarang apakah Intifadhah ketiga akan segera hidup? Rakyat Palestina sudah terlalu lama menderita dalam penjajahan, sementara dunia Islam dan negara-negara Arab bungkam seribu bahasa

sumber : http://krmalfikr.wordpress.com/2010/08/12/sejarah-perjuangan-palestina/

Direktur Interpol Palestina bermarkas di Gaza: “Ingin Aman, Polisi Harus Berpegang kepada Syariat Allah”

Lembaga kepolisian sering menjadi tolok ukur beradab tidaknya sebuah masyarakat. Jika polisi bekerja profesional melayani keamanan dan ketertiban masyarakat, maka dianggap majulah masyarakat itu. Sebaliknya, korupnya kepolisian dianggap sebagai cermin rusaknya masyarakat secara keseluruhan.
Sebagaimana diketahui, sejak 3 tahun silam, Gaza, salah satu wilayah di bumi Palestina, diembargo baik secara ekonomi, politik, dan militer, oleh Zionis Israel dan Amerika Serikat. Ini karena kawasan ini sepenuhnya berada di bawah pemerintahan para pejuang Palestina yang asli. Serdadu Israel dan Amerika Serikat berkali-kali gagal menguasai daerah ini.
Tapi siapa nyana, di tengah himpitan ekonomi dan politik seperti itu, lembaga polisinya tetap bekerja profesional. Bahkan lebih dari itu, tingkat kriminalitas yang berarti di kawasan seluas kira-kira 600 km persegi itu menurun drastis sampai hampir nol.
Dua wartawan Majalah Suara Hidayatullah, Muhammad ‘Isa dan Khadijah Hawari, ditakdirkan Allah Subhanahu wa ta’ala (SWT) untuk bertemu dan memawancari Brigjen (Polisi) Maher Ar-Ramly alias Abu Bilal, Direktur Interpol Palestina yang bermarkas di kota Gaza.
Wawancara dilakukan di salah satu ibukota negara Timur Tengah yang disinggahinya sepulangnya dari mengikuti muktamar interpol negara-negara Arab di Dubai, Uni Emirat Arab.
Abu Bilal membawa missi penting dari kepolisian Gaza, yakni menjalin kerja sama, terutama di bidang pendidikan kepolisian, dengan Sudan, Suriah, Yaman, Iran, dan Uni Emirat Arab.
Selain menjabat Direktur International Police (Interpol) Palestina, Maher Ar-Ramli juga menjabat Asisten Menteri Dalam Negeri pemerintahan Palestina yang sah dan berkedudukan di Gaza. Saat berbincang dengan Majalah Suara Hidayatullah, Maher ditemani Mahmud Muhammad Salah, Kepala Pusat Pendidikan dan Latihan Kepolisian Gaza, Sami Noufal, Kepala Penjara Kepolisian Gaza.
Mari simak wawancara kami dengan perwira polisi profesional berusia 48 tahun yang dulunya menjadi mujahid di Brigade Izzuddin Al-Qassam ini.
Berapa gaji seorang perwira tinggi polisi setingkat Anda di Gaza yang sedang diembargo?
Saat ini gaji saya setiap bulan kira-kira US$ 1.600 (atau kira-kira sebesar Rp 10 juta). Namun, Anda perlu mengetahui, sejak Gaza diembargo 3 tahun yang lalu, seluruh pegawai pemerintahan Palestina yang sah di bawah Perdana Menteri Ismail Haniyah taat kepada ketetapan bahwa rata-rata antara 5 sampai 15 dolar AS gaji dipotong setiap bulan untuk dikumpulkan oleh pemerintah dan dipakai membantu rakyat Gaza yang lebih miskin.
Selain itu setiap bulan Ramadhan gaji pegawai negeri dan pejabat pemerintah seperti kami dipotong antara 30 sampai 50 persen untuk fuqara dan kaum miskin.
Bagaimana hubungan antara kepolisian Gaza dengan Otorita Palestina yang berkedudukan di Ramallah?
Mereka yang loyal kepada Ramallah tapi tetap tinggal di Gaza, kebanyakan tidak bekerja, duduk-duduk saja di rumah, tapi tetap mendapat gaji.
Sebaliknya, mereka yang loyal kepada pemerintah yang sah di Gaza, bekerja keras dan tidak mendapat kiriman gaji dari Ramallah. Maka pemerintah Perdana Menteri Ismail Haniyah terus berjuang agar mesin pemerintahan yang sah tetap bergerak dengan memastikan para pegawainya menerima gaji, meskipun tidak sebanyak yang seharusnya.
Dalam muktamar yang Anda ikuti di Dubai, apakah ada delegasi dari Otorita Palestina?
Hanya perorangan yang datang, bukan kesatuan kepolisian resmi. Soalnya, undangan muktamar ini ditujukan kepada Interpol Palestina, yang sejak zaman Yaser Arafat memimpin sudah berkedudukan di Gaza, bukan di Ramallah.
Di muktamar itu tidak dibicarakan soal-soal politik. Tidak dibicarakan pemerintah mana yang diakui dan sejenisnya. Pembicaraan hanya fokus pada pengembangan kinerja kepolisian –khususnya Interpol— di berbagai negara yang hadir.
Bagaimana kepolisian Gaza membangun dirinya kembali sesudah serangan Israel tahun lalu?
Kekuatan keamanan dalam negeri saat ini berjumlah 13 ribu orang. Dari jumlah itu, 4 ribu di antaranya adalah petugas polisi. Saat ini, sesudah serangan Israel tahun lalu, kami sudah pulih sepenuhnya.
Kepala Kepolisian kami bernama Taufiq Jaber sudah syahid. Begitu juga Kepala Keamanan Dalam Negeri kami bernama Muhammad Al-Ja’bari. Bahkan Menteri Dalam Negeri kami, Sayyid Siyyam, juga syahid bersama 350 orang anggota kepolisian kami.
Apa masalah sosial yang paling banyak ditangani polisi di Gaza?
Tidak ada masalah kriminal yang berarti. Secara umum yang paling terasa mempengaruhi kehidupan masyarakat Gaza adalah blokade ekonomi yang menyebabkan kurangnya jumlah dan jenis makanan, minuman, dan obat-obatan yang bisa masuk.
Sebelum embargo, ada sekitar 4 ribu jenis bahan pokok terutama makanan yang bisa masuk. Sekarang yang dibolehkan masuk hanya 41 jenis.
Menurut teori ilmu sosial, di wilayah yang tingkat kemiskinannya meningkat cepat, jenis dan tingkat kriminalitas juga akan meningkat. Apakah ini juga terjadi di Gaza?
Alhamdulillah, tekanan hidup yang menyerang fisik ini justru membangun rakyat Gaza jadi kuat dan mandiri.
Lebih dari itu, karena pemerintah Gaza adalah pemerintah Muslim yang menjalankan keislamannya, rakyat pelan-pelan merasakan bahwa Allah-lah ar-Razaq, Yang Maha Memberi Rezeki.
Sikap qanaah dan shabr tumbuh dan menyebar cepat di kalangan rakyat. Di beberapa negara barat, kantong-kantong Muslimnya yang didiami warga berekonomi menengah ke bawah mengalami masalah kriminalitas. Kemungkinan besar ini terjadi karena, baik pemimpin maupun rakyat Muslimnya, sama-sama tidak semakin dekat ke Islam.
Di Gaza, Islam menumbuhkan persaudaraan positif yang kuat. Rakyat berjihad untuk saling membantu saudaranya yang sedang kesusahan, meskipun dirinya sendiri menghadapi masalah juga.
Baru-baru ini ada berita tentang ditemukannya pabrik minuman keras (khamr) di Gaza. Bagaimana ceritanya?
Itu berita tidak penting yang berusaha dibesar-besarkan oleh agen berita Barat. Gaza sudah dibersihkan dari khamr karena minuman yang memabukkan itu disebut oleh Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam (SAW) sebagai biangnya kerjahatan.
Sedangkan narkoba masuk ke Gaza dari Mesir dan Israel. Rupanya mereka sengaja ingin melemahkan generasi muda Gaza. Namun, selalu bisa kami gagalkan.
Perkembangan kasus narkoba di Gaza juga sangat kecil. Dalam setahun kami hanya menangkap rata-rata 20 orang yang terkait kasus penyelundupan, pengedaran, dan penggunaan narkoba. Tetapi di antara mereka tidak ada yang ditemukan kecanduan. Jadi, statistiknya tidak tumbuh.
Ada juga satu atau dua pembunuhan akibat perkelahian. Misalnya, karena ada anggota keluarga yang berzina, lalu dibunuh. Ada juga pencurian emas dan barang-barang berharga, biasanya dilakukan oleh remaja.
Secara umum, Gaza yang sekarang lebih aman dari Gaza sebelum diembargo. Semakin banyak perempuan yang berhijab, menutup aurat sesuai tuntunan Islam, meskipun tidak ada undang-undang yang secara eksplisit mewajibkan hijab. Hampir tidak ada perempuan keluar rumah dengan rambut terlihat.
Jadi secara umum apa yang dikerjakan 4 ribu orang polisi di Gaza?
Mereka bekerja mengatur lalu-lintas, mencegah dan memberantas narkoba, melakukan berbagai investigasi, patroli keamanan di rumah-rumah sakit, sekolah-sekolah, dan lain-lain.
Suasananya sangat aman, alhamdulillah. Hampir tidak ada tindakan kriminal yang berarti. Sedangkan ketika Gaza belum diembargo dan berada di bawah kekuasaan Fatah, setiap dua malam selalu terjadi pemerkosaan, pembunuhan, dan perampokan. Ini merupakan berkah dari jihad, karena tumpahnya darah para syuhada dan pertolongan dari Allah SWT.
Mengapa di masa pemerintahan Fatah, Gaza bisa tidak aman?
Sebab penguasa Fatah merupakan gabungan dari kelompok-kelompok yang selalu ingin memperbesar wilayah kekuasaannya masing-masing. Termasuk juga yang melindungi kelompok-kelompok kejahatan.
Selain itu, pada tahun 2001, sesudah Intifadhah kedua, mereka secara sengaja menciptakan berbagai kerusuhan, setelah melihat Hamas yang semakin kuat. Mereka ingin menjelekkan citra Hamas.
Ketika tahun 2006 Hamas berhasil menguasai semua lini kekuatan di Gaza, gang-gang penjahat ikut pindah bersama para pembajak Fatah ke Tepi Barat. Sedangkan orang-orang Fatah yang masih secara murni ingin memenangkan perjuangan Palestina tinggal di Gaza dan bergabung dengan Hamas.
Bagaimana jihad bisa mengokohkan keamanan di Gaza?
Perang menyatukan jiwa dan semangat rakyat. Setiap kali ada keluarga yang kehilangan anggotanya karena syahid di jalan jihad, setiap warga saling mengetahui. Keadaan ini menumbuhkan kesadaran bahwa perang ini bukan cuma perangnya Hamas, tetapi perang yang diperjuangkan oleh seluruh rakyat.
Apakah polisi di bawah pemerintahan Hamas juga dilibatkan dalam gerakan dakwah?
Ya, tentu saja. Para pejabat pemerintahan adalah mereka yang sudah lama terlibat dalam dakwah dan jihad. Selain itu, jika dakwah berhasil, manfaatnya bisa langsung kita rasakan terhadap ketertiban dan keamanan masyarakat.
Warga yang memiliki rasa takut yang besar kepada Allah SWT, tidak akan melakukan kejahatan yang menyusahkan orang lain maupun dirinya sendiri.
Selain program-program yang bekerja sama dengan masjid-masjid, kami juga membuat program di channel televisi dan radio Al-Aqsa, Al-Quds, Al-Bayan, Al-Ayyam, Ar-Risalah, dan Filistin.
Juga ada imbauan pemerintah yang secara khusus mengatur agar pesta-pesta pernikahan tidak dilakukan terlalu lama untuk menghindari berkumpulnya orang-orang yang tidak dikenal dan berniat tidak baik.
Tidak ada pengharaman rokok, namun saat ini jumlah perokok semakin menurun. Menurut penelitian terakhir, jumlah orang dewasa perokok kurang dari 5 persen.
Rokok biasanya masuk ke Gaza melalui terowongan-terowongan milik para pedagang. Jadi selain terowongan-terowongan yang jumlahnya ribuan itu memberi manfaat sebagai terobosan terhadap embargo, tapi juga masuk barang-barang haram. Namun, biasanya, untuk narkoba jenis ganja dan marijuana, bisa segera diketahui masuknya. Polisi langsung menangkap pelakunya.
Sebenarnya, embargo ini juga merugikan Israel, karena sebelum embargo, transaksi yang terjadi antara Gaza dan Israel bisa menguntungkan mereka sampai 2 juta dolar AS setiap tahunnya.
Bagaimana jika polisi Indonesia mau belajar ke Gaza agar bisa mengurangi tingkat kejahatan dengan cara menyebarluaskan pesan-pesan Jihad?
Ahlan wa Sahlan. Silakan datang, kalau bisa dilakukan akan menjadi suatu kehormatan bagi kami.
Nomor satu polisi harus berpegang kepada syariat Allah SWT. Caranya dengan memperbaiki dirinya dan jajarannya agar menjadi Muslim yang lebih baik dulu.
Letakkan orang yang benar di posisi yang benar. Maksudnya, jangan beri jabatan kepada orang yang suka melakukan perbuatan haram, atau melanggar kewajiban. Misalnya meninggalkan shalat dan tidak membayar zakat.
Baru kemudian bekerja sama dengan para imam masjid untuk menjelaskan kepada masyarakat, mana yang halal, mana yang haram.
Di Indonesia, tidak mudah bagi orang yang berjabatan tinggi untuk istiqamah dengan Islamnya di tempat kerja. Apa saran Anda?
Seluruh jajaran pemimpin Hamas bekerja bersama. Misalnya di bulan Ramadhan, separuh dari gaji mereka dipotong untuk kaum yang lemah ekonominya. Di semua departemen hal ini diberlakukan. Yang bertanggung jawab untuk melaksanakan ini adalah departemen waqaf.
Selain itu, kami di Gaza membudayakan al-Qur`an di seluruh rumah agar menjadi bagian yang paling penting. Setiap tahun pemerintahan Hamas di Gaza mendorong pendidikan al-Qur`an. Sampai saat ini setiap tahun kami telah menghasilkan 10 ribu hafizh al-Qur`an.
Tradisi hidup dengan al-Qur`an ini pertama kali harus dimulai dari para pejabat pemerintahannya dulu. Termasuk pejabat kepolisian.
Anda sedang berkeliling ke negara-negara tetangga Palestina, apa bantuan yang Anda dapatkan untuk Gaza?
Tidak secara keuangan tetapi dalam bentuk lain. Kami memerlukan banyak sekali alat penyidikan canggih, di antaranya alat untuk mengecek DNA yang sangat mahal.
Ngomong-ngomong, sebagai Direktur Interpol apakah Anda sudah memperkarakan kejahatan kemanusiaan Ehud Olmert dan kawan-kawan karena menyerang Gaza tahun lalu?
Sudah kami siapkan. Tetapi sebagai Anda ketahui, interpol kan terkait dengan organisasi internasional yang juga dikuasai oleh negara-negara yang ikut mendukung penjajahan Israel atas Palestina. Jadi, ya, mungkin kita lebih baik menggunakan cara lain.
Kalau rendahnya tingkat kejahatan dikarenakan adanya jihad, berarti sebaiknya perang harus terus dipertahankan agar jihad berjalan terus dan angka kriminalitas rendah terus.
Insya Allah tidak akan seperti itu, karena sesudah kami merdeka nanti semangat jihad yang suci akan terus menyebar dan menurun ke generasi berikutnya. Karena adanya jihad sudah dijamin oleh Allah SWT akan berlangsung sampai Hari Kiamat. Karena orang-orang seperti pemimpin Zionis Israel akan selalu ada sampai Hari Kiamat.
Tak Pernah Mau Kompromi
Maher Ar-Ramly, atau biasa disapa Abu Bilal, menyelesaikan pendidikan kesarjanaannya di Fakultas Administrasi dan Ekonomi Pemerintahan di Universitas Mosul, Iraq, pada tahun 1985. Empat tahun kemudian, tepatnya dua tahun sesudah pecahnya Intifadhah pertama, Abu Bilal muda ditangkap dan dipenjara oleh Zionis Israel.
Penangkapan itu dianggapnya sebagai berkah. Sebab, sejak hari pertama ia ditangkap, ia telah dijebloskan ke dalam penjara bersama ‘alim-pejuang Palestina nomor wahid, Syeikh Ahmad Yassin.
Selama 3 tahun dia belajar dan terlibat berbagai pertemuan penting di dalam penjara, yang justru memperkuat gerak perjuangan kemerdekaan Masjidil Aqsa dan Palestina.
Sekeluarnya dari penjara, Abu Bilal melanjutkan pendidikannya di tingkat magister untuk administrasi pemerintahan di Universitas Umm Durman, Sudan. Ia berhasil menyelesaikan kuliahnya pada tahun 1994.
Rupanya, sudah takdir Allah Subhanahu wa Ta’ala, Abu Bilal harus akrab dengan penjara. Tak lama setelah lulus dari Sudan, tahun 1996, ia kembali ditangkap dan dipenjara. Namun bedanya, jika dulu ia ditangkap oleh tentara Israel, kini ia ditangkap oleh saudaranya sendiri sesama Palestina, yaitu polisi pemerintahan Otoritas Palestina yang waktu itu masih dipimpin Yasser Arafat.
Untunglah ia tak lama mendekam dalam penjara. Pada tahun 1997, sekeluarnya dari penjara, ia memutuskan untuk bergabung dengan kepolisian Palestina yang masih di bawah pemerintah Fatah. Ia merasa bisa bekerja lebih baik dari pada polisi korup yang dikelola pemerintah boneka Palestina saat itu.
Sejak itu, karirnya di kepolisian terus menanjak. Namun, suasana hatinya terus bergejolak ingin memberontak, sama seperti suasana negerinya yang terus terjajah. Maklum, dalam banyak kesempatan, Abu Bilal dipaksa memilih antara berpihak kepada perjuangan rakyat Palestina yang asli, atau menurut kepada perintah atasan yang korup dan menjadi antek Zionis Israel.
Terang saja itu bukan pilihan buat Abu Bilal. Sebab, sejak awal sikapnya sudah tidak mau berkompromi dengan penjajah Zionis Israel. Akibatnya, berbagai teror ia terima.
Pada tahun 2004, rumah kediamannya dibom dua kali dalam setahun. Di tahun 2006 namanya masuk dalam daftar pejuang Palestina yang paling dicari oleh Zionis Israel.
Tak heran juga, sasaran pertama serangan biadab Israel ke Gaza tahun lalu adalah markas besar kepolisian Palestina di Gaza. Masih segar di ingatan kita bagaimana ratusan anggota polisi bergelimpangan sesudah diberondong jet-jet tempur Israel.
“Waktu itu kami memang sedang apel pagi,” kata Maher. Dan, ratusan petugas kepolisian syahid saat itu juga. *Muhammad ’Isa/Suara Hidayatullah JANUARI 2010


sumber :  http://majalah.hidayatullah.com/?p=767

Memandang Palestina

Add caption
Pertama, Palestina adalah satu-satunya tempat di dunia kontemporer yang masih terjadi kolonialisasi model kuno. Ia merupakan pusat dunia, strategis baik secara potensi sumber daya alam, ekonomi, politik, maupun militer.
Kedua, terkait dengan hubungan Indonesia-Palestina . Indonesia adalah negara konstitusional, yang dalam pembukaan UUD 1945-nya menegaskan sikap anti-penjajahan. Maka bagi Indonesia, penjajahan terhadap bangsa manapun, sama dengan penjajahan terhadap bangsa dan tanah air sendiri. Maka itulah Indonesia di masa lalu memboikot Olympic Games, karena Israel berpartisipasi di dalamnya, dan Indonesia menggelar Ganefo (Games for Neo Emerging Forces). Palestina juga menjadi negara satu-satunya yang belum merdeka dari daftar perjuangan kemerdekaan bangsa terjajah di Amanat Konferensi Asia Afrika ~ Bandung, Indonesia. Sejatinya, dalam konteks perlawanan terhadap penjajahan tanah air Indonesia tidak hanya sebatas dari Sabang hingga Merauke, namun lebih dari itu, dari Jakarta hingga Jalur Gaza.
Ketiga, Palestina adalah bangsa yang sangat peduli dengan penderitaan bangsa orang lain, termasuk terhadap bangsa Indonesia. Pada masa-masa perjuangan kemerdekaan di Indonesia, M. Ali Taher, Perdana Menteri Palestina, menyumbangkan seluruh uangnya dari bank internasional untuk perjuangan muslim Indonesia. Di saat agresi militer I dan II terjadi, Palestina bersama dengan Mesir, Irak, dan negara-negara muslim lain, melakukan boikot, demonstrasi anti-Belanda. Palestina adalah salah satu negara pertama yang mengakui kemerdekaan Indonesia, setelah sebelumnya juga melakukan upaya diplomasi untuk Indonesia. Di tengah derita mereka, hidup bertahun-tahun di tenda-tenda dan rumah-rumah darurat, rakyat Palestina masih sempat mengirimkan sumbangan untuk korban gempa dan tsunami di Aceh.
Keempat, terkait fenomena Zionis-Israel- Yahudi yang nyata dan terus ada. Israel tidak memiliki akar sejarah penduduk asli Palestina. Kedatangan mereka, dari permulaan akhir periode sebelum lahirnya Isa bin Maryam sampai permulaan Masehi, hanyalah sebagai imigran dari Mesir. Jauh sebelum masuknya Israel, Palestina telah dihuni oleh bangsa Kanaan. Hal ini disebutkan dalam Injil dan Al Quran. Berdasarkan Hukum Internasional yang menyatakan bahwa yang berdaulat atas suatu wilayah adalah mereka yang pertama lalu mendiami wilayah tersebut dan menunjukkan bukti eksistensi mereka atas wilayah tersebut berupa aktivitas dan bukti-bukti fisik yang menunjukkan kedaulatan mereka atas wilayah tersebut. Karena itu, bangsa Kanaan yang merupakan nenek moyang Arab Palestina saat ini adalah pemilik sah tanah Palestina.
Kelima, Israel telah menimbulkan berbagai kerusakan dan kerugian, dalam berbagai sisi dan bagi banyak pihak. Teroris Israel terus melakukan okupasi secara biadab di atas tanah sah bangsa Palestina, mengusir para penduduk asli, dan melakukan teror dan pembantaian terhadap ibu-ibu, orang tua, pemuda, serta anak-anak yang tidak mau mengikuti ambisi hewani Israel. Hal ini menimpa seluruh rakyat Palestina, tanpa pandang bului, praktik bumi hangus Deir Yasin menjadi saksi 400 masjid dan 400 gereja ternodai.
Keenam, Israel berdiri di atas ideologi yang rasis, politis, dan teroris. Itulah kenapa rencana deklarasi mereka di Jerman diboikot dan diprotes oleh para rabi, sampai kemudian harus mencari tempat yang lain, Swiss. Itu pula yang melatari adanya kebijakan PBB bahwa gerakan Zionis-Israel adalah terlarang, sebelum kemudian lobi-lobi mereka berhasil menghapuskannya.
Ketujuh, lebih dari itu semua, Palestina bagi umat Islam adalah masalah utama, ia merupakan tanah waqaf umat Islam, di sana terdapat Masjid al-Aqsha, kiblat pertama umat Islam, tempat dilahirkannya nabi-nabi pilihan, tempat Isra’ Rasulullah saw. Dan tempat yang sangat diberkahi. Tidak seperti Masjid al-Haram yang Allah jamin penjagaan atasnya, Masjid al-Aqsha adalah tanggung jawab umat Islam untuk menjaganya.
Kedelapan, Pembebasan! Upaya perjuangan kemerdekaan angsa Palestina sangat membutuhkan dukungan dari bangsa lain sebagai syarat de jure, termasuk Indonesia. Atas apa yang terjadi di Palestina, terdapat beberapa hal yang pelu dilakukan, yaitu : memahami kondisi dan problematika Palestina, kemudian menyosialisasikanny a kepada yang lain, sehingga segala potensi dapat dikerahkan untuk membantu perjuangan rakyat Palestina. Menyelamatkan haknya dan membebaskan Palestina dari penjajahan.
Sumber: Dari berbagai sumber